Jumat, 15 Juni 2012

Mengapa orang capek


    Pengertian

       Lelah adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat. Istilah kelelahan biasanya menunjukkan kondisi yang berbeda-beda dari setiap individu, tetapi semuanya bermuara kepada kehilangan efisiensi dan penurunan kapasitas kerja serta ketahanan tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa kelelahan berperan dalam menjaga homeostatis tubuh.
Kelelahan (fatigue) merupakan suatu kondisi suatu kondisi yang telah di kenali dalam kehidupan sehari-hari. Istilah kelelahan pada umumnya mengarah pada kondisi melemahnya tenaga untuk melakukan suatu kegiatan, walaupun ini bukan merupakan satu-satunya gejala.
    Materi Ilmiah

1.      Macam Kelelahan
Kelelahan dapat dibagi menjadi dua macam yaitu :
a.       Kelelahan otot (muscular fatigue)
b.      Kelelahan umum (general fatigue)
Kedua bentuk kelelahan ini muncul daroi proses fisiologis yan berbeda. Kelelahan otot ditunjukkan melalui gejala sakit nyeri, seperti ketegangan otot dan sakit nyeri, seperti ketegangan otot dan sakit disekitar sendi, sedangkan kelelahan umum dapat terlihat pada munculnya sejumlah keluhan yang berupa perasaan lamban dan keengganan beraktivitas.

a.       Kelelahan Otot (Muscular fatigue)

Kelelahan otot adalah suatu keadaan saat otot tidak dapat berkontraksi secara cepat dan kuat atau bahkan tidak dapat berkontraksi sama sekali. Kelelahan otot umumya terjadi pada seseorang yang memiliki aktivitas fisik yang padat setiap saat. Gejala kelelahan otot dapat terlihat pada gejala yang tampak dari luar (external signs).
v Faktor Penyebab Kelelahan Otot
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kelelahan otot. Diantaranya adalah:
-  Pengosongan ATP
ATP merupakan sumber energi kontraksi otot dan PC untuk resintesa protein secepatnya. Jika ATP dan PC digunakan untuk kontraksi terus maka terjadi pengosongan fosfagen intraselular sehingga mengakibatkan kelelahan. Selain itu ada peningkatan konsentrasi ion H+ di dalam intraselular yang diakibatkan penumpukan asam laktat.
-   Pengosongan simpanan glikogen otot
Pengosongan glikogen terjadi karena proses latihan yang lama (30 menit – 4 jam). Karena pengosongan glikogen demikian hebat, maka menyebabkan kelelahan kontraktil.
 -     Akumulasi asam laktat
Akumulasi asam laktat akan menumpuk di otot dan di pembuluh darah. Menyebabkan konsentrasi H+ meningkat dan pH menurun. Ion H+ menghalangi proses eksitasi, yaitu menurunnya Ca2+ yang dikeluarkan dari retikulum sarkoplasmik. Ion H+ juga mengganggu kapasitas mengikat Ca2+ oleh troponin. Ion H+ juga akan menghambat kegiatan fosfo-fruktokinase.

Ø  Teori –teori yang berkaitan dengan kelelahan

Konsep kelelahan merupakan reaksi fungsional dari pusat kesadaran yaitu cortex cerebri yang dipengaruhi oleh dua sistem penghambat (inhibisi dan sistem penggerak/aktivasi). Berlaku dua teori tentang kelelahan otot, yaitu teori kimia dan teori syaraf pusat.

1.   Teori Kimia
Secara teori kimia bahwa terjadinya kelelahan adalah akibat berkurangnya cadangan energi dan meningkatnya sistem metabolisme sebagai penyebab hilangnya efisiensi otot, sedangkan perubahan arus listrik pada otot dan syaraf adalah penyebab sekunder.
2.   Teori syaraf pusat
Bahwa perubahan kimia hanya penunjang proses, yang mengakibatkan dihantarkannya rangsangan syaraf oleh syaraf sensosrik ke otak yang disadari sebagai kelelahan otot. Rangsangan aferen ini menghambat pusat-pusat otak dalam mengendalikan gerakan sehingga frekuensi potensial gerakan pada sel syaraf menjadi berkurang. Berkurangnya frekuensi ini akan menurunkan kekuatan dan kecepatan kontraksi otot dan gerakan atas perintah kemauan menjadi lambat. Kondisi dinamis dari pekerjaan akan meningkatkan sirkulasi darah yang juga mengirimkan zat-zat makanan bagi otot dan mengusir asam laktat.
Karena suasana kerja dengan otot statis aliran darah akan menurun, maka asam laktat akan terakumulasi dan mengakibatkan kelelahan otot local. Disamping itu juga dikarenakan beban otot yang tidak merata pada jaringan tertentu yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja (performance) seseorang. Kelelahan diatur oleh sentral dari otak. Pada susunan syaraf pusat, terdapat sistem aktivasi dan inhibisi. Kedua sistem ini saling mengimbangi tetapi kadang-kadang salah satu daripadanya lebih dominan sesuai dengan kebutuhan. Sistem aktivasi bersifat simpatis, sedang inhibisi adalah parasimpatis.
b.      Kelelahan Umum (general fatigue)
Kelelahan umum merupakan kelelahan yang mencakup aspek subyektif, prilaku dan fisik. Efek sesudah kerja diliputi siklus harian tidur dan keterjagaan, yang disebut nychtermal atau kelelahan circadian. Kelelahan tubuh yang merupakan akibat dari perpanjangan kerja adalah konsekuensi kehabisan persediaan energi tubuh.
Kelelahan umum dapat berhubungan erat dengan gula darah. Selain itu lelah dapat menjadi salah satu gejala bagi suatu penyakit karena menurunnya kadar gula darah seseorang, yang dikenal dengan hipoglikemia. Dalam ilmu kedokteran, gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah. Konsentrasi gula darah, atau tingkat glukosa serum, diatur dengan ketat di dalam tubuh. Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh.
Tingkat gula darah diatur melalui umpan balik negatif untuk mempertahankan keseimbangan di dalam tubuh. Level glukosa di dalam darah diatur oleh pankreas. Bila konsentrasi glukosa menurun, karena dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh, pankreas melepaskan glukagon, hormon yang menargetkan sel-sel di lever (hati). Kemudian sel-sel ini mengubah glikogen menjadi glukosa (glikogenolisis). Glukosa dilepaskan ke dalam aliran darah, hingga meningkatkan level gula darah. Apabila level gula darah meningkat, hormon yang lain dilepaskan dari butir-butir sel yang terdapat di dalam pankreas. Hormon ini, yang disebut insulin, menyebabkan hati mengubah lebih banyak glukosa menjadi glikogen. Proses ini disebut glikogenosis, yang mengurangi level gula darah.
v  Faktor Penyebab Kelelahan umum (general fatigue)
1.      Tidak cukup tidur
Umumnya orang dewasa membutuhkan tujuh hingga delapan jam sehari untuk tidur. Kurang tidur dapat menyebabkan cepat lelah.
2.      Kekurangan energi
Porsi makan yang sedikit dapat menyebabkan kelelahan, namun menyantap makan yang salah juga dapat berakibat tidak baik bagi kesehatan. Diet seimbang dan pola makan teratur dapat membantu menjaga stabilitas gula darah dan mencegah timbulnya rasa lelah ketika gula darah menurun.
3.      Anemia
 Anemia merupakan penyebab utama kelelahan bagi wanita pada umumnya. Mengeluarkan darah selama menstruasi dapat menyebabkan kekurangan zat besi. Sel-sel darah merah sangat diperlukan tubuh karena mereka membawa oksigen ke jaringan dan organ, terutama otak.
4.      Depresi
Banyak yang berpikir depresi hanyalah gangguan emosi. Namun, ternyata hal ini juga berhubungan dengan gejala fisik. Salah satu gejala fisik yang paling umum adalah kelelahan, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan.
5.      Kebanyakan kafein
Mengonsumsi kafein dalam dosis wajar dapat meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Namun, terlalu banyak kafein dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan kejang. Berdasarkan penelitian, mengonsumsi kafein terlalu banyak juga dapat menyebabkan kelelahan pada beberapa orang.
6.      Penyakit jantung
Jantung yang bekerja dengan tidak baik dapat menyebabkan tubuh mudah lelah walaupun hanya melakukan aktivitas yang ringan.
7.      Diabetes
Penderita diabetes umumnya memiliki kadar gula darah tinggi, tetapi gula darah ini tetap berada dalam aliran darah dan tidak masuk ke dalam sel-sel sehingga tidak dapat diubah menjadi energi. Apabila sel-sel gagal dalam memproduksi energi maka dapat menimbulkan kelelahan karena tubuh membutuhkan sejumlah energi untuk melakukan aktivitas ringan sekalipun.
8.      Dehidrasi
Kelelahan bisa menjadi pertanda bahwa tubuh mengalami dehidrasi. Meskipun tubuh melakukan aktivitas yang ringan, tubuh tetap membutuhkan air untuk bekerja dengan baik dan tetap tenang. Tanda-tanda orang dehidrasi ialah kehausan.
2.      Proses Biokomia
Proses metabolisme tubuh ketika melakukan aktivitas yang lebih berat membuat tubuh tidak bisa lagi hanya mengandalkan pasokan oksigen tapi juga proses biokimia. Proses biokimia ini menghasilkan asam laktat yang kemudian memasuki aliran darah. Penumpukan asam laktat ini akan membuat tubuh merasa lelah. Proses biokimia yang terjadi antara kelelahan otot dan kelelahan umum sangat berbeda. Di bawah ini akan di jelaskan mekanisme yang berlangsung sehingga menimbulkan kelelahan otot dan kelelahan umum:
Ø  Mekanisme Kelelahan Otot
Ketika sebuah otot berkontraksi, dibutuhkan energi untuk melakukankontraksi itu. Energi yang dibutuhkan berasal dari sumber kimia. Dalam halini ATP diubah menjadi ADP, sehingga secara demikian dibebaskan energiuntuk kontraksi otot. Setelah energi tadi terpakai, maka tenaga yang telahdipakai tadi akan diganti dengan cadangan tenaga yang diperoleh dari perubahan glikogen dalam otot menjadi asam laktat. Pada peristiwa inidibebaskan energi, yang kemudian digunakan untuk mengubah ADP menjadiATP lagi. 1/5 dari asam laktat akan dibakar secara aerob untuk menghasilkanenergi yang akan digunakan untuk mengubah sisa dari asam laktat (4/5 bagianlainnya) menjadi glikogen otot lagi. Proses glikogen diubah menjadi asamlaktat terjadi dalam keadaan anaerob. Peristiwa ini dikenal juga dengan sebutan proses Embden-Meyerhoff.
Ø  Mekanisme kelelahan umum:
Ketika terjadi penurunan utilisasi glukosa oleh jaringan (kekurangan energi) dan terjadi peningkatan metabolisme anaerob yang menghasilkan energi lebih sedikit serta penumpukan asam laktat. Dapat pula disebabkan oleh ketosis yang kemudian menyebabkan : asidosis metabolik yaitu keasaman darah yang berlebihan, yang ditandai dengan rendahnya kadar bikarbonat dalam darah. Bila peningkatan keasaman melampaui sistem penyangga pH, darah akan benar-benar menjadi asam. Seiring dengan menurunnya pH darah, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah karbon dioksida, pada akhirnya, ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan tersebut dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih;penurunan massa otot akibat penguraian protein; glikogen dan osmosis akibat hiperglikemia.
Umumnya seseorang yang sedang mengalami capek atau lelah akan mengantuk. Mengantuk disebabkan oleh menurunnya suplai oksigen pada otak. Hal ini disebabkan karena penurunan insulin yang menyebabkan tingginya kadar glukosa dalam darah. Tingginya kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia) akan mengakibatkan viskositas darah meningkat.Peningkatan viskositas (kekentalan)darah akan menyebabkan penurunan volume plasma.Penurunan volume plasma ini juga berarti bahwa volume darah yang dipompa oleh jantung menurun. Hal ini berdampak pada kurangnya transpor darah ke otak sehingga otak tidak mendapatkan cukup oksigen. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya rasa kantuk. 

Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa:
a.       Lelah atau kelelahan adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat.
b.      Ada dua macam kelelahan yaitu kelelahan otot dan kelelahan umum. Kelelahan otot adalah suatu keadaan saat otot tidak dapat berkontraksi secara cepat dan kuat atau bahkan tidak dapat berkontraksi sama sekali. Kelelahan otot umumya terjadi pada seseorang yang memiliki aktivitas fisik yang padat setiap saat. Kelelahan umum merupakan kelelahan yang mencakup aspek subyektif, prilaku dan fisik.  
c.       Kelelahan otot dan kelelahan umum disebabkan oleh faktor-faktor yang berbeda. Faktor penyebab kelelahan otot diantaranya adalah pengosongan ATP, pengosongan simpanan glikogen otot, akumulasi asam laktat. Sedangkan faktor penyebab kelelahan umum adalah tidak cukup tidur, kekurangan energi, depresi, kebanyakan kafein, penyakit jantung, diabetes dan dehidrasi.
d.      Kedua bentuk kelelahan tersebut muncul dari proses fisiologis yan berbeda. Kelelahan otot ditunjukkan melalui gejala sakit nyeri, seperti ketegangan otot dan sakit nyeri, seperti ketegangan otot dan sakit disekitar sendi, sedangkan kelelahan umum dapat terlihat pada munculnya sejumlah keluhan yang berupa perasaan lamban dan keengganan beraktivitas.

Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar