Jumat, 15 Juni 2012

ACARA III POTENSIAL AIR

A.  Pendahuluan
Potensial air (PA) menggambarkan kemampuan molekul air untuk melakukan difusi. Dalam kondisi sama, volume  besar air memiliki kelebihan energi bebas dari pada dalam volume kecil. Potensial air dapat meningkat jika ada tekanan, selanjtnya akan meningkatkan kemampuan difusi dalam larutan atau air murni.
Dengan konsep potensal air dapat digambarkan proses osmosis yang terjadi dari larutan yang hipertonis menuju larutan yang hipotonis, bila potensial air larutan hipertonis lebih besar dari larutan hipotonis. Hal ini hanya dapat terjadi bila  larutan hipertonis mendapat tambahan tekanan yang dapat meningkatkan potensial airnya.  
Potensial air yang paling tinggi adalah pada air murni, yakni 0 (nol) atmosfer. Oleh karena itu, potensial air todak murni selalu lebih kecil dari nol atau bernilai negatif (-1,-2, -3 dan seterusnya)
Adanya tekanan, yang kemudian disebut potensial tekanan (PT)  dapat meningkatkan potensial air. Di dalam kehidupan tumbuhan, poensial tekanan dapat terjadi dalam bentuk tekanan turgor. Nilao potensial tekanan dapat positif (+), 0 (nol), atau negatif (-).
B.  Tujuan
1. Mengetahui potensial air umbi kentang ( umbi jalar atau umbi bengkuang)
2. Mengetahui potensial air daun tumbuhan dengan cara Shardakov.

C.  Alat dan Bahan
Alat
Bahan
1.  Alat pengebor gabus
2. Silet
3. Botol bermulut lebar 50 ml
4. Mistar dengan skala mm (kaliper)
5. Set pipet tetes (6 buah)
5. Set mikropipet   (6 buah)
6. Set tabung vial ( 6 buah)
1. Seri larutan sukrosa:
    0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,5; 0,6; 0,7; 0,8;
    0,9; 1,0 M
2. Kristal Metilen –Blue
3. Umbi-umbian (umbi jalar, kentang, atau
    bengkuang)
4. Daun tumbuahan segar
D.  Cara Kerja
D1.  Mengukur Potensial Air Umbi Kentang/Ubi Jalar/Umbi Bengkuang
1. Buatlah silinder umbi dengan menggunakan pengebor gabus, kemudian potong - pototonglah unuk menghasilkan potongan - potongan    setebal    40 mm
2. Isilah seri botol maisng-masing dengan 30 ml larutan sukrosa (satu botol untuk satu macam onsentrasi)
3. Masukkan 4 potongan umbi ke dalam botol tadi
4. Tutuplah botol dengan alumnium foil selama 2 jam
5. Setelah 2 jam, potongan umbi diambil dan ukurlah panjangnya masing-masing sampai mendekati desimal 0,5 mm dengan mengunakan kaliper.
6. Hitung panjang rata-rata silinder umbi dari masing-masing perlakuan konsentrasi sukrosa
7. Buatlah grafiknya untuk menentukan (estimasi) harga potensial air jaringan umbi tersebut. Daftar molar dan harga potensial osmosis larutan sukrosa dapat dilihat pada Lampiran 1.
D2.  Mengukur Potensial Air Daun Tumbuhan dengan Cara Shardakov
1. Isilah seri tabung vial masing-masing dengan 10 ml larutan sukrosa (satu tabung untuk satu macam konsentrasi sukrosa)
2. Potong-potonglah daun tumbuhan dengan menggunakan pengebor gabus
3. Masukkan 10 hingga 15 potongan daun ke dalam masing-masing tabung vial tadi
4. Tutuplah dan biarkan selama 80 menit,  goyang-goyangkan secara perlahan setiap 20 menit
5. Setelah 80 menit, keluarkan potongan daun dari tabung dengan menggunakan pinset. Usahakan satu pinset hanya digunakan untuk satu macam konsentrasi.
6. Ujilah larutan sisa dengan larutan asal yang sudah diwarnai  dengan metilen – blue
7. Teteskan dengan perlahan-lahan larutan pengetes ke dalam larutan asaml dan amati gerakan larutan pengetes tadi (terapung, melayang, atau tenggelam).
Tabel pengamatan dapat dibuat seperti sebagai contoh berikut:
No.
Konsentrasi Sukrosa
Gerakan Larutan Pengetes
1.
2.
3.
.......
.....................
.....................
.....................
.....................
E.  Pertanyaan
1. Definisikan kembali apa yang dimaksud dengan potensial air
2. Jelaskan kelemahan dari masing-masing cara pengukuran potensilal air tersebut di atas (Cara D1 dan D2)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar