Jumat, 15 Juni 2012

ACARA IV ANGKUTAN AIR

A.  Pendahuluan
Aktivitas hidup tumbuhan  mengeluarkan air ke atmosfer dalam bentuk uap air. Prosesnya disebut transpirasi. Banyaknya air yang dikeluarkan melalui proses bagi tumbuhan berbeda pada setiap spesies yang berbeda. Transpirasi dapat terjadi melalui stomata, kutikula dan lentisel. Dengan demikian maka dikenal transpirasi stomata, transpirasi kutikula, dan transpirasi lentisel. Organ tumbuhan yang paling besar perannya dalam proses transpirasi adalah daun. Hal ini karena pada daunlah stomata paling banyak terdapat. Di samping itu, transpirasi melalui stomata paling banyak dilakukan dibanding melalui kutikula ataupun lentisel.
Transpirasi penting artinya bagi tumbuhan, karena dapat meningkatkan laju angkutan air dan garam mineral dari tanah, akar dan ke organ  tumbuhan bagian atas. Arti penting lainnya adalah mengatur turgor optimum di dalam sel tumbuhan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi laju transpirasi, yaitu radiasi sinar matahari, kelembabab lingkungan, angin, suhu, dan kondisi air tanah. Khusus dari faktor radiasi, pengaruhnya terhaap transpirasi adalah berkaitan dengan pengaruna terhadap membuka dan menutupnya stomata. Oleh karena itu dengan membukannya stomaa pada siang hari, maka transpiasi berjalan terutama pada siang hari.
Laju transpirasi dapat diukur dengan menggunakan alat potometer atau dengan cara menimbangan. Cara penimbangan lebih memberikan hasil yang lebih baik  dari pada dengan potometer, karena pada potometer  yang terukur bukan saja air yang hilang karena transpirasi tetapi juga air yang hilang karena digunakan dalam proses metabolisme tumbuhan tersebut.

B.  Tujuan
1.   Mengetahui jumlah kehilangan air pada tumbuhan melalui transpirasi
2.  Mengetahui pengaruh ukuran dan susunan lubang sebagai model variasi stomata terhadap kecepatan  penguapan air
3.   Mengeahui laju transpirasi karena pengaruh membuka dan menutupnya stomata.
C.  Alat dan Bahan
Alat
Bahan
C1. Pengukuran Transpirasi
       denganCara Penimbangan
       1.  Erlenmeyer 250 ml (2)
       2. Tutup gabus (2)
       4. Alat timbang
C2. Penguapan Air Melalui 
       Lubang-lubang Kecil      
       1. Erlenmeyer 250 ml (5)
       2. Jarum
       3. Alat timbang
       4. Kaliper
C3. Prilaku Membuka dan
       Menutupnya Stomata      
       1. Erlenmeyer 100 ml (1) + gabus
       2. Jarum suntik
       3. Timbangan semi analitik
1. Sepotong tanaman
2. Air
3. Vaselin
1. Vaselin
2. Kertas aluminium foil (5) 
3. Air
1. Kertas aluminium foil
2. Tanaman  Acalypha sp.
3. Vaselin
4. Air

D.  Cara Kerja
D1.  Mengukur Laju Transpirasi dengan Cara Penimbangan
1.  Ambillah sepotong tanaman Acalypha sp. dengan panjang 40 cm
2.  Isilah erlenmeyer dengan air sampai setenganya
3. Masukkan potongan tanaman tadi melalui lubang tutup gabus, usahakan  sampai tidak ada penguapankecuali melalui tanaman
4.  Timbanglah erlenmeyer beserta tanaman percobaan dan catat beratnya
5. Satu percobaan diletakkan di luar gedung (terkena sinar matahari) dan satunya lagi di dalam ruangan.
6.  Timbanglah kembali setelah 0,5  atau 1 jam dan catat beratnya
7. Ukurlah luas total daun tanaman percobaan setelah penimbangan terakhir.
D2.   Pengaruh Ukuran dan Susunan Lubang terhadap Laju Evaporasi
1. isilah erlenmeyer dengan air sampai setengahnya
2. Tutuplah erlenmeyer dengan kertas aluminium foil 
3. Lubangilah (tutup) kertas aluminium foil dengan menggunakan jarum yang diketahui diameternya. Usahakan agar lubangnya tepat berada di tengah mulut erlenmeyer.
4.  Usahakan tidak ada penguapan, kecuali melalui lubang yang dibuat tadi
5.  Timbanglah erlenmeyer tersebut
6.  Biarkan sampai satu minggu
7. Timbang kembali botol setelah satu minggu.

Tabel pengamatan dapat dibuat seperti contoh berikut:
No.
Perlakuan
Berat Awal
Berat Akhir
1.
2.
3.
4.
5.
6.
1 lubang kecil
1 lubang besa
4 lubang kecil dengan jarak 1 cm
4 lubang kecil dengan jarak 3 mm
7 lubang kecil dengan jarak 1 cm
Tidak ditutup (terbuka)
D3.  Prilaku Membuka dan Menutupnya Stomata
1.  Isilah botol erlenmeyer dengan air sampai ¾ volumenya
2.  Tutuplah botol dengan kertas aluminium foil
3. Potonglah satu helai daun Acalipha sp. Dan masukkan ke dalam air sesegera mungkin
4. Masukkan tangkai daunnya ke dalam erlenmeyer melalui lubang kertas aluminium
5.  Aturlah dengan jarum suntik supaya tekanan dalam erlenmeyer sama dengan tekanan atmosfer
6. Tutuplah lubang dimana  tangkai daun dan jarum suntik dimasukkan, dengan menggunakan vaselin.
7.  Timbanglah masing-masing botol percobaan
8.  Amati dan catat perubahan berat setiap botol percobaan  ersebut setelah setiap 5 menit.
9.  Lakukan pencatatan sampai minimal 3 kali.

E.  Pertanyaan
1. Jelaskan kelemahan dari cara pengukuran laju transpirasi yang telah Anda lakukan tersebut.
2.  Sebutkan faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi laju transpirasi suatu tanaman.
3. Terangkan faktor yang mengkontribusimembukanya stomata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar